JATIGEDE, ETERNITYNEWS.co.id – Sejak di bangun Jalan Lingkar Timur Jatigede, pembangunan di wilayah pelosok tumbuh berkembang. Jalan yang rampung di bangun tahun 2019 sebagai pengganti jalan arteri yang tergenang Waduk Jatigede itu. Sekarang menjadi akses penting penghubung dari Tasikmalaya, Garut dan Sumedang wilayah timur menuju Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka.
“Imbas di bangunnya Jalan Lingkar Timur Jatigede selain berdampak pada peningkatan pembangunan di wilayah Sumedang timur. Kini berdampak pada naiknya harga lahan di sepanjang jalan tersebut,” kata Lutfi (30). Pemilik warung di kawasan Pancuranbungur Desa Ciranggem Kecamatan Jatigede, Selasa (15/2/2022).
Ia menggambarkan, sebelum di bangun Jalan Lingkar Timur Jatigede, harga lahan di daerah perlintasan jalan. Seperti di blok Cibala, Desa Sarimekar (Kecamatan Jatinunggal), Ciboboko Desa Mekarasih, Pancuranbungur Desa Ciranggem. Dan Sabeulit Desa Jemah (Kecamatan Jatigede), hanya berkisar Rp 300 ribu per tumbak. Namun dua tahun setelah terbangun Jalan Lingkar Timur Jatigede, harga tanah di pinggir perlintasan sepanjang jalan itu, berkisar Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per tumbak.
Di tambah lagi, kini ada pembangunan Masjid Al Kamil yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dan rencana pembangunan Menara Kujang Kembar di kawasan Panenjoan, Jatigede.
“Setiap waktu harga (lahan) terus berubah. Karena hingga sekarang banyak bangunan, baik rumah tinggal, rumah makan atau lainnya di bangun di sepanjang jalan lingkar,” ujarnya. (*)
Asep SM.






Users Today : 701
Users Yesterday : 1578
Total Users : 1209092
Views Today : 1455
Total views : 5577180