Cianjur, EternityNews
Disela-sela kesibukan kesehariannya Bupati Cianjur H. Herman Suherman memberikan pelayanan terbaik kepada warga masyarakat Cianjur khususnya kepada para budayawan, pelaku seni tradisional dengan menerima atau menggelar audiensi bersama 24 Sanggar Seni dari perwakilan kecamatsn se kabupaten Cianjur yang dilaksanakan di Pendopo ruang Garuda pada hari Senin tanggal 8 Januari 2024.
Ketua Paguyuban Seniman Seniwati Tradisi Cianjur Dedi Mulyana S.Pdi mengawali pembukaan audensi tersebut dengan memperkenalkan keberadaan PSSTC yang merupakan Komunitas Paguyuban Seniman Seniwati Tradisi Cianjur yang berdiri kurang lebih 3 tahun, dan mempunyai motto ” Ajeg Panceg Dina Tetengger Budaya, khususnya budaya Cianjur ” , serta ingin mewarnai Hasanah budaya dari berbagai Sanggar Seni se Kab.Cianjur.
Adapun 3 program kerja PSSTC, antara lain ;
1. Saba Nayaga. adalah kegiatan kunjungan kepada sesepuh seni yang sudah tidak produktif lagi dalam berkarya yang merupakan pewaris kebudayaan, serta kamipun memberikan santunan hasil swadaya mayarakat khususnya dari pelaku seni.
2. Mengisi Panggung Mamaos Kacapi Suling, sebagai media dan evaluasi hasil karya dari setiap sanggar . Adapun pelaksanaannya setiap hari Sabtu secara bergiliran.
3. Latihan secara rutin bertempat di bale wiyaga di belakang panggung MAMAOS alun – alun yg dipasilitasi oleh pemda dari berbagai Sanggar dan pelatihnya dari akademisi serta para seniman senior yang sudah malang melintang.
Dalam acara tersebut Wawan Kurnia M.Pd selaku Ketua Sanggar Seni Kutalaras juga pemerhati budaya menyampaikan beberapa hal dalam upaya meningkatkan Pemajuan Kebudayaan, kamandan dan harapan, antara lain ;
1. Tersedianya perangkat peraturan a.Menentukan arah kebijakan pengembangan seni budaya di sekolah
b.Penyusunan Perda Kebudayaan dan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Derah ( RIKDA )
2. Tersedianya Sarana Prasarana Kebudayaan
yang refresentatif.
a.Pembangunan Gedung Kebudayaan
b.Fasilitas alat-alat Kesenian
c.Fasilitas bantuan keuangan
3. Peningkatan kapasitas SDM
a.Penyelenggaraan Bintek, diklat
b.Dialog / saresehan
c. Penguatan muatan lokal dalam jenjang
Pendidikan formal.
4.Penataan lembaga merger DKC dan LKC
a.Menjadi satu lembaga kebudayaan
b.Revitalisasi ( memberdayakan kembali ) dan
Reorganisasi ( pengorganisasian kembali )
c.Optimalisasi peran Sanggar/ Padepokan
dan lembaga seni lainnya.
5.Peningkatan Kesejahteraan
a.Adanya stimulan modal usaha untuk Sanggar / Padepokan.
6. Evaluasi
a.Audit keuangan terhadap lembaga kebudayaan yang menerima bantuan keuangan.
b.Melaksakan Pasanggiri atau lomba sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan seni budaya daerah.
7. Pengalokasian anggaran dana yang memadai.
Dari penyampaian aspirasi para pelaku seni yang diwakili oleh Ketua PSSTC dan Ketua Sanggar Seni Kutalaras juga Pemerhati Kebudayaan. Bupati Cianjur H.Herman Suherman merespon dengan baik serta mengungkapkan bahwa para seniman diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah kab.Cianjur dalam pengembangan seni dan budaya, terkait dengan merger DKC dan LKC akan di delegasikan ke Asda dan Disbudpar. Imbuh Bupati Cianjur.
ASMY ( Adang Sumaryadi )







Users Today : 1548
Users Yesterday : 1780
Total Users : 1206617
Views Today : 4565
Total views : 5569726